Sejarah Peradaban Islam Di Andalusia


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sejarah memiliki peran yang besar dalam sebuah peradaban manusia. Oleh sebab itu, tidak jarang sejarah dibuat memihak kepada penguasa. Dengan berbagai macam dalih kepentingan pembangunan peradaban manusia, penguasa membuat sejarah yang menguntungkan rezimnya. Sejarah adalah penelitian terhadap semua aspek kehidupan manusia pada masa lalu, seperti politik, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, hukum, seni, budaya, peradaban, pemikiran, dan lain sebagainya.
Sedangkan kebudayaan Islam adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan akal manusia muslim. Adapun peradaban Islam adalah kebudayaan Islam yang bernilai tinggi. Maka dari itu kita perlu mengenal sejarah-sejarah didunia ini terutama sejarah peradaban Islam, termasuk sejarah peradaban Islam yang berada di Andalus.
B.    Rumusan Masalah

Ø  Bagaimana Masuknya Islam di Andalus?
Ø  Bagaimana Perkembangan Islam Di Spanyol?
Ø  Apa yang menjadi kemajuan Islam di Spanyol?
Ø  Apa penyebab keruntuhan Islam di Spanyol?





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Peradaban Islam Di Spanyol[1]
Sebelum pasukan Islam datang ke daratan Spanyol wilayah ini dikuasai oleh Visigoth atau Gotik Barat. Mereka ini adalah suku liar yang menghuni salah satu provinsi Kekaisaran Roma. Istilah ―suku liar mengindikasikan bahwa mereka sebelum berhasil menguasai suatu wilayah, kehidupan mereka berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Hidup mereka tergantung dengan alam. Tidak jarang pada saat mereka bertemu dengan suatu perkampungan maka mereka akan melakukan tindakan brutal dengan merampas dan membunuh penduduk kampung tersebut. Mereka gemar melakukan peperangan dengan kelompok lain yang mereka anggap sebagai musuh.
Visigoth menguasai Spanyol pada abad ke 5 M dengan menaklukkan penguasa Spanyol ketika itu yaitu Suevi atau Swabian. Di awal kekuasaannya di Spanyol, penguasa Gotik Barat berhasil membuat masyarakat hidup aman dan teratur. Keadaan seperti ini membuat masyarakat Spanyol mendukung mereka. Dukungan yang diberikan oleh masyarakat Spanyol menyebabkan mereka dapat berkuasa di daerah ini selama 200 tahun. Akan tetapi, setelah berkuasa sekian lama, penguasa Gotik Barat melakukan tindakan yang menyebabkan mereka harus angkat kaki dari wilayah Spanyol.
Para bangsawan dan orang-orang kaya yang dekat dengan penguasa tenggelam dalam kehidupan berfoya-foya dan sensualitas. Hal itu menyebabkan kebencian rakyat Spanyol terhadap penguasa Gotik Barat. Selama Roderick memerintah kondisi masyarakat yang telah terpuruk tidak mengalami perbaikan. Bahkan kondisi masyarakat menjadi lebih buruk dari sebelumnya karena Roderick memerintah dengan kejam dan tanpa belas kasihan. Kemiskinan menjadi hal yang biasa dijumpai pada masyarakat Spanyol. Selain itu, perampokan, Roderick adalah penguasa terakhir Gotik Barat di Spanyol. Dia naik tahta dengan merebut kekuasaan Witiza. Roderick pada awalnya adalah seorang pangeran yang baik. Disebutkan bahwa dia adalah seorang pangeran yang pada masa mudanya rajin beribadah dan pergi ke gereja. Akan tetapi setelah berkuasa dia menjadi takluk oleh kekuasaan dan kekayaan. Kecenderungan dirinya yang mencintai kesenangan mengakibatkan kerajaannya berada dalam jurang kehancuran, kekerasan, pelecehan kehormatan, dan pemerkosaan terjadi hampir di pelosok negeri. Berbagai faktor hal inilah yang menyebabkan pasukan Islam dapat menguasai Spanyol.
B.    Sejarah Penguasaan Islam Di Spanyol[2]
Awal masuknya Islam di Spanyol terjadi pada masa Khalifah Al-Walid khalifah dari Bani Umayyah (705-715  M)  yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol,  umat  Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya  sebagai salah satu provinsi dari dinasti  Bani Umayyah. Penguasa sepenuhnya atas  Afrika Utara itu terjadi di zaman  Khalifah  Abdul  Malik (685-705   M). Khalifah Abd Al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu‘man Al-ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah Al-Walid, Hasan ibn Nu‘man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair (Yatim, 2008)
Pada   zaman   Al-Walid   tersebut, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaanya  dengan  menduduki  Aljazair  dan  Maroko. Selain itu, ia juga menyempurnakan  penaklukan ke daerah-daerah  bekas  kekuasaan bangsa  Barbar dipegunungan-pegunungan, sehingga  mereka menyatakan  setia  dan  berjanji  tidak  akan membuat  kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan  sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khalifah Bani Umayyah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa Al-Walid).Sebelum  dikalahkan  dan  kemudian  dikuasai  Islam,  di  kawasan  ini  merupakan basis kekuasaan kerajaan Romawi yaitu kerajaan Gotik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini  betul-betul  dapat  dikuasai,  umat  Islam  mulai  memusatkan  perhatiannya  untuk menaklukan Spanyol.
Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga tentara Islam yang dapat disebut paling berjasa memimpin satuan pasukan ke wilayah tersebut. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq  ibn  Ziyad,  dan Musa  ibn  Nushair. Tharif dapat  disebut  sebagai  perintis dan penyelidikan, Ia menyeberangi selat yang berada diantara Maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, 500 orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki  empat  buah  kapal  yang  disediakan  oleh  Julian.  Dalam  penyerbuan  itu  Tharif tidak  mendapat  pelawanan  yang  berarti.  Ia  menang  dan  kembali  ke  Afrika  Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya (Amin, 2014).Terdorong  oleh  keberhasilan  Tharif  dan  kemelut  yang  terjadi  dalam  tubuh kerajaan Visigoths yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk  memperoleh  harta  rampasan  perang,  Musa  ibn  Nushair  pada  tahun  711  M mengutus Thariq ibn Ziyad dan mengirim pasukan ke Spanyol sebanyak 7000 Pasukan (Hitti, 2010).
Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol, karena
pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata, pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah Al-Walid. Dalam  pertempuran  di  suatu  tempat  bernama  Bakkah,  Raja  Roderick  dapat dikalahkan.  Dari  situ  Thariq  dan  pasukannya  terus  menaklukkan  kota-kota  penting, seperti Cordova, Granada, dan Toledo (ibukota kerajaan Goth saat itu). Sebelum Thariq menaklukan kota Toledo, ia  meminta  tambahan  pasukan  kepada  Musa  ibn  Nushair  di Afrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah  pasukan  Thariq  seluruhnya 12.000  orang.  Jumlah  ini  belum  sebanding  dengan pasukan Gotik yang jauh lebih besar, 100.000 orang. Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq  ibn  Ziyad  membuka  jalan  untuk  penaklukan  wilayah  yang  lebih  luas  lagi.

Untuk  itu,  Musa  ibn  Nushair  merasa  perlu melibatkan  diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar,  ia  berangkat  menyeberangai  selat  itu  dan  satu  per  satu  kota  yang  di  lewatinya dapat ditaklukannya (Yatim, 2008). Musa  juga  berhasil menaklukan  Sidonia,  Karmona,  Seville,  dan  Merida  serta mengalahkan  penguasa  kerajaan  Gothic,  Theodomir  di  Orihuela,  ia  bergabung  dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya,  keduanya  berhasil menguasai  seluruh  kota  penting  di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.

C.    Perkembangan Islam Di Spanyol
Sejak pertama kali Islam berkembang di Spanyol hingga masa jatuhnya Islam memainkan peran yang sangat besar Islam di Spanyol telah berkuasa selama tujuh setengah abad sejarah panjang Islam di Spanyol tersebut dibagi dalam 6 periode, amin 2014 yaitu :
Ø  Periode Pertama (711-755 M)
Periode spanyol berada dibawah pemerintahan pada wali yang diangkat oleh Bani Umayyah yang berpusat di damaskus pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai sempurna bagai gangguan masih terjadi baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Gangguan yang datang dari dalam yaitu berupa perselisihan di antara penguasa. Disamping itu terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di damaskus dan Gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan dimana masing-masing dimana masing-masing saling klaim bahwa mereka lah yang menguasai Spanyol. Adapun gangguan yang datang dari luar yaitu datangnya dari sisa-sisa islam di Spanyol yang tinggal di daerah pegunungan. Periode  para wali ini berakhir setelah datangnya Abd Al-Rahman Al-dahil ke spanyol pada tahun 755 Masehi.

Ø  Periode Kedua (755-912 M)
Pada periode ini spanyol di bawah pemerintahan Abbasiyah di Baghdad Amir (Panglima atau Gubernur) yang pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138 Hijriyah/755 Masehi dan diberi gelar Al-Dahil (yang masuk ke Spanyol) Abd Al Rahman Al Dahil adalah keturunan dari Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbasiyah ketika Bani Abbasiyah berhasil menaklukan Bani Umayyah di Spanyol. Pada periode ini umat Islam mulai memperoleh kemajuan baik dalam bidang politik ataupun peradaban Abd Al-Rahman Al-Dalil mendirikan masjid cordova dan sekolah-sekolah kota-kota besar di Spanyol.

Ø  Periode Ketiga (912-1013 M)
Pada periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abd Al Rahman III yang bergelar "An-Nasir". Pada periode umat Islam di Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyanyi Daulah Abbasiyah di Baghdad Abd Al-rahman mendirikan Universitas Cordova perpustakaannya memiliki ratusan buku. Pada masa ini, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran yang tinggi.

Ø  Periode Keempat  (1013-1086M)
Pada masa ini Spanyol sudah terpecah-pecah menjadi beberapa negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu. Bahkan pada periode ini Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-mulukut Tawaif di suatu kota seperti Sevilla, Cordoba, Taledo dan sebagainya.

Ø  Periode Kelima  (1086-1248 M)
Periode Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tetapi terdapat satu kesatuan yang dominan yakni kekuasaan dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan Dinasti Muwahiddun (1146-1235 M). Dalam perkembangan selanjutnya pada periode ini kekuasaan Islam Spanyol dipimpin oleh penguasa penguasa yang lemah sehingga mengakibatkan beberapa wilayah Islam dapat dikuasai oleh Kristen.

Ø  Periode Keenam  (1248-1492 M)
Pada periode ini islam hanya berkuasa di Granada di bawah dinasti Ahmad (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman An Nasir. Akan tetapi dalam politik dinasi ini hanya berkuasa di wilayahyang kecil. Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan yang terakhir di Spanyol ini berakhir karena kesulitan orang-orang dalam perebutan kekuasaan.


D.    Kemajuan Peradaban Islam Di Spanyol[3]
Kemajuan Islam di Spanyol sangat menonjol dalam berbagai bidang, baik dalam bidang intelektual yang menyebabkan kebangkitan Eropa saat ini, bidang kebudayaan dalam hal ini bangunan fisik atau arsitektur, maupun bidang-bidang lainnya. Puncak kemajuan peradaban Islam di Spanyol berdampak bagi kemajuan peradaban Eropa.
1.Perkembangan Ekonomi
Perkembangan baru spanyol juga didukung oleh kemakmuran ekonomi pada abad ke-9 dan abad ke-10. Perkenalan dengan pertanian irigasi yang didasarkan pada polapola negeri Timur mengantarkan pada pembudidayaan sejumlah tanaman pertanian yang dapat diperjual-belikan, meliputi buah ceri, apel, buah delima, pohon ara, buah kurma, tebu, pisang, kapas, rami dan sutera. Beberapa kota seperti seville dan Cordova mengalami kemakmuran lantaran melimpahnya produksi pertanian dan perdagangan internasional (Alibas & Khotimah, 2013).
2. Kemajuan Intelektual dan Ilmu Agama
a.) Filsafat

Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan, yakni selama pemerintahan Bani Umayah yang ke-5, Muh{ammad Ibn ‘Abd Ar-Rahman (832-886). Kajian filsafat ini dilanjutkan oleh penguasa selanjutnya, yakni Al-Hakam (961-976 M). Tokoh-tokoh filsafat yang lahir pada masa itu, antara lain Abu Bakar Muhammad Ibn As-Sayiq yang lebih dikenal dengan Ibn Bajah. melalui pemikirannya, Ibn Bajah sering mengembangkan berbagai permasalahan yang bersifat etis dan eskatologis. Filosof selanjutnya adalah Abu Bakar Ibn Tufail, Melalui berbagai karyanya, ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi, dan filsafat. Karya filsafatnya yang terkenal berjudul Hay Ibn Yaqzan. Para filosof lainnya adalah Ibn Maimun, Ibn Arabi, Sulaiman Ibn Yahya, juga Ibn Rusyd yang juga dikenal ahli Fiqh (Supriyadi, 2008).

b.) Sejarah

Dalam bidang sejarah, Spanyol Islam telah melahirkan banyak penulis sejarah terkenal, di antaranya Zubair dari Valancia yang menulis sejarah tentang negeri-negeri muslim di Mediterania serta Sisilia. Tokoh lainnya, Ibn Al-Khatib yang menulis sejarah tentang Granada dan Ibn Khaldun yang merupakan seorang perumus filsafat sejarah. Karya besar lainnya yang ditulis oleh sejarawan Spanyol Islam adalah Tarikh Iftita Al Andalus yang ditulis oleh Ibn Qutyah, dia lahir dan dibesarkan di Cordoba, wafat pada tahun 977 M. Selain itu, karya besar lainnya ditulis oleh Ibn Hayyan yang berjudul Al Muqrabis fi Tarikh Ar - Rizal Al - Andalus (Supriyadi, 2008).

c.) Sains

 Sains yang berkembang di Andalusia pada masa itu banyak sekali,  diantaranya ilmu Kedokteran, Farmasi, Kimia, Fisika, Pertanian, dan lain-lain. Diantara para ilmuan yang terkenal dalam bidang ilmu Kimia dan Astronomi adalah Abbas ibn Farnas. Ia adalah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dan batu, tokoh lain yaitu ibn Yahya> An-Naqosh. Ilmuwan yang terkenal dalam bidang botani dan farmasi di Spanyol, bahkan di seluruh dunia Islam, adalah Abdullah ibn Muhammad Al-Baytar yang lahir di Malaga. Di antara karyanya adalah Al-Mughni fi al-Adwiyah al-Mufradah tentang pengobatan dan al-Jami‘ fi al-Adwiyah al-Mufradah yang merupakan catatan mengenai obat-obatan dari binatang, sayuran dan mineral (Hitti, 2010). Ibn Al-Khatib (1313-1374 M) adalah dokter ternama di Granada. Dia telah pernah mengarang sebuah buku tentang penyakit menular dan epidemia. Pada saat itu Al-Khatib muncul di antara dokter-dokter di Eropa, dia menerangkan dengan baik tentang bentuk dan penyebab penyakit epidemia (Merduati, 2007).


d.) Bahasa Sastra dan Musik

Pada masa Islam di Spanyol banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, Tokoh-tokoh dalam bidang bahasa diantaranya, Ibn Sayyidi, Ibn Malik yang mengarang Alfiyah (tata bahasa Arab), Ibn Huruf, Ibn al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan ibn ´Usfur, dan Abu Hayyan al-Gharnati. Dibidang sastra tersohor nama Ibn Abd Rabbih dengan karyanya al Iqd al - Farid, Ibn Bassam dengan karyanya al - Dhakhira fi Mahasin ahl al - Jazira, dan al-Fath ibn Khaqan dengan karyanya Kitab al - Qalaid. Dalam bidang musik dan kesenian, indikasi kemajuannya adalah berdirinya sekolah musik di Cordova oleh Al-Hasan ibn Nafi (Zaryab) seorang artis dan pencipta lagu di zamannya (Supriyadi, 2008).

e.) Fiqih

 Dalam bidang fiqih, Spanyol Islam dikenal sebagai penganut mazhab Maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini di sana adalah Ziyad ibn Abd Al-Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi qadhi (Hakim) pada masa Hisham ibn Abd Al-Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya di antaranya adalah Abu Bakr ibn Al-Qutiyah, Munzir  ibn Said Al-Baluti dan Ibn Hazm yang terkenal (Yatim, 2008). 3. Kemajuan di Bidang Arsitektur Bangunan Kemegahan bangunan fisik Islam Spanyol sangat maju, dan mendapat perhatian umat dan penguasa. Umumnya bangunan-bangunan di Andalusia memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Jalan-jalan sebagai alat transportasi dibangun, pasar-pasar dibangun untuk membangun ekonomi. Demikian pula, irigasi, jembatan-jembatan, saluran air, dan lain-lain. Pembangunan fisik yang aling menonjol adalah pembangunan gedung-gedung, seperti pembangunan kota, istana, masjid, pemukiman, dan taman-taman.

Di antara pembangunan yang megah adalah masjid Cordova, kota Al-Zahra, Istana Ja‘fariyah di Saragosa, tembok Toledo, istana Al-Makmun, Masjid Seville, dan Istana Al-Hamra di Granada.
*Cordova
Cordova adalah ibu kota Spanyol sebelum Islam, yang kemudian diambil oleh Bani Umayyah. Oleh penguasa Muslim kota ini dibangun dan diperindah. Di antara kebanggaan kota Cordova. menurut Ibn Al-Dala‘i, terdapat 491 masjid di sana. Selain itu, ciri khusus kota-kota Islam adalah adanya tempat-tempat pemandian. Di Cordova saja terdapat sekitar 900 pemandian. Di sekitarnya berdiri perkampunganperkampungan yang indah. Karena air sungai tak dapat diminum, penguasa muslim mendirikan saluran air dari pegunungan yang panjangnya 80 km (Yatim, 2008).

*Granada
Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat Islam di Spanyol. Di sana berkumpul sisa-sisa kekuatan Arab dan pemikir Islam. Posisi Islam diambil alih oleh Granada di masa-masa akhir kekuasaan Islam di Spanyol. Arsitektur-arsitektur bangunannya terkenal di seluruh Eropa. Istana Al-Hamra yang indah dan megah adalah pusat dan puncak ketinggian arsitektur Spanyol Islam.

*Sevilla
Kota Sevilla dibangun pada masa pemerintahan Al-Muwahidin. Sevilla pernah menjadi ibu kota uang indah bersejarah. Semulka kota ini adalah rawa-rawa. Pada masa Romawi kota ini bernama Romula Agusta, kemudian diubah menjadi Asyibiliyah (Sevilla). Salah satu bangunan masjid yang didirikan pada tahun 1171 pada masa pemerintahan Sultan Yusuf Abu Ya’kub, kini telah berubah dari masjid menjadi gereja dengan nama Santa Maria de la Sede . Kota Sevilla jatuh ke tangan Raja Ferdinand pada tahun 1248 M (Amin, 2014).

*Toledo
Toledo merupakan kota penting di Andalusia sebelum dikuasai Islam. Ketika Romawi menguasai kota Toledo, kota ini dijadikan ibukota kerajaaan. Dan ketika Thariq bin Ziyad menguasai Toledo tahun 712 M, kota ini dijadikan pusat kegiatan umat Islam, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan penerjemahan. Toledo jatuh dari tangan umat Islam direbut oleh Raja Alfonso VI dari Castilia.

E.    Kemunduran Dan Keruntuhan Kekuasaan Islam Di Spanyol[4]

Dalam masa kekuasaan Islam di Spanyol yang begitu lama tentu memberikan catatan besar dalam mengembangkan dan memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi peradaban dunia. Namun, sejarah panjang yang telah diukir kaum muslim menuai kemunduran dan kehancuran. Adapun menurut Badri Yatim, Kemunduran dan kehancuran disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

a.       Konflik Islam dengan Kristen

Keadaan ini berawal dari kurang maksimalnya para penguasa muslim di Andalusia dalam melakukan proses Islamisasi. Hal ini mulai terlihat ketika masa kekuasaan setelah al-Hakam II yang dinilai tidak secakap dari khalifah sebelumnya. Bagi para penguasa, hanya mewajibkan membayar upeti saja, Mereka membiarkan umat Kristen menganut agamanya dan menjalankan hukum adat dan tradisi kristen, asal tidak ada perlawanan.
Namun, kehadiran Arab Islam tetap dianggap sebagai penjajah sehingga malah memperkuat nasionalisme masyarakat Spanyol Kristen. Hal ini menjadi salah satu penyebab kehidupan negara Islam di Andalusia tidak pernah berhenti dari pertentangan antara Islam dan Kristen. Akhirnya pada abad ke-11, umat Islam Andalusia mengalami kemunduran, sedang umat Kristen memperoleh kemajuan pesat dalam bidang IPTEK dan strategi perang.

b.      Tidak Adanya Ideologi Pemersatu

Hal ini terjadi hingga abad ke-10 atas perlakuan para penguasa muslim sebagaimana politik yang dijalankan Bani Umayyah terhadap para mukalaf yang berasal dari umat setempat. Mereka diperlakukan tidak sama seperti tempat-tempat daerah taklukan Islam lainnya. Kenyataan ini ditandai dengan masih diberlakukannya istilah ibad dan muwalladun , suatu ungkapan yang dinilai merendahkan. Akhirnya kelompok-kelompok etnis non-Arab terutama etnis Salvia dan Barbar, sering menggerogoti dan merusak perdamaian. Hal ini menimbulkan dampak besar bagi perkembangan sosio-ekonomi di Andalusia. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada ieologi pemersatu yang mengikat kebangsaan mereka. Bahkan banyak diantara mereka yang berusaha menghidupkan kembali fanatisme kesukuan guna mengalahkan Bani Umayyah.

c.       Kesulitan Ekonomi

Dalam catatan sejarah, pada paruh kedua masa Islam di Andalusia, para penguasa begitu aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga mengabaikan pengembangan perekonomian. Akibatnya timbul kesulitan ekonomi yang memberatkan dan berpengaruh bagi perkembangan politik dan militer. Kenyataan ini diperparah lagi dengan datangnya musim paceklik dan membuat para petani tidak mampu membayar pajak. Selain itu, penggunaan keuangan negara tidak terkendali oleh para penguasa muslim.

d.      Tidak jelasnya Sistem Peralihan kekuasaan

Kekuasaan merupakan hal yang menjadi perebutan diantara ahli waris. Karena inilah kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Al - mulukut Tawaif  muncul.

e.       Keterpencilan

Spanyol Islam seperti negeri terpencil dari dunia Islam yang lain dan selalu berjuang sendirian, tanpa mendapat bantuan kecuali dari Afrika Utara. Oleh karena itu, tidak ada kekuatan alternatif yang mampu membendung kebangkitan Kristen disana.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Awal masuknya negara islam di spanyolpada masa khalifah Al walid dari bani Umayyah (705-715) yang berpusat di damaskus. Kemudian mengalami perkembangan di spanyol yang dibagi menjadi 6 periode: Pertama (711 – 715M ), Kedua (755 – 912M), Ketiga (912 – 1013M), Keempat (1013 – 1086M), Kelima (1086 – 1248M), Keenam (1248 -1429M).
Kemajuan islam di spanyol menonjol dalam berbagai aspek seperti intelektual, arsitektur, ekonomi dan lain sebagainya bahkan memberikan sumbangan besar dalam peradaban dunia. Tapi kemudian islam di spanyol mengalami kemunduran karena konflik islam dan kristen, tidak ada idiologi pemersatu, mengalami kesulitan ekonomi,sistem peralihan kekuasaan yang tidak jelas serta keterpencilan.



B.     Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya untuk penyusun. Dan penyusun menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan sarannya agar makalah yang kami susun kedepannya jauh lebih baik lagi.








DAFTAR PUSTAKA
Mitra, Nur Dinah Fauziah Muhammad Mujtaba. “PERADABAN ISLAM DI ANDALUSIA (SPANYOL).” Al-’Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam 1, no. 1 (2016): 80–91.
SARI, KARTIKA, dan M. HUM. “Sejarah Peradaban Islam,” 2013.





[1] KARTIKA SARI dan M. HUM, “Sejarah Peradaban Islam,” 2013.
[2] Nur Dinah Fauziah Muhammad Mujtaba Mitra, “PERADABAN ISLAM DI ANDALUSIA (SPANYOL),” Al-’Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam 1, no. 1 (2016): 80–91.
[3] Mitra.
[4] Mitra.




Sesi Tanya Jawab :
1.Sebenarnya pada saat Islam sudah masuk ke  Spanyol itu apakah masih dibawah kekuasaan bani Umayyah, Abbasiyyah, atau berdiri dinasti lain?

Jawab : Awal masuknya Islam di Spanyol terjadi pada masa Khalifah Al-Walid khalifah dari Bani Umayyah (705-715  M)  yang berpusat di Damaskus. Pada 750bani Abbasiyah menjatuhkan pemerintahan Umayyah di Damaskus, dan merebut kekuasaan atas daerah-daerah Arabia. 

2.Di poin perkembangan Islam di Spanyol, ada disebutkan bahwa Spanyol sudah mulai terpecah-pecah mnjadi bbrapa negara kecil, nah alasan mreka terpecah itu krena faktor apa? Apakh ada perseturuan atauhal lainnya? Karena di situ tidak dijelaskan. 

Jawab : Pada masa itu terjadi kekacauan, yang tadi awalnya maju dan berkembang tiba tiba ada banyak masalah dan pemerintah nya tidak sanggup mengatasinya dan mengalami kehancuran total. Dan karena itulah mengapa Al-Andalus terpecah menjadi negara-negara kecil.

3.Ketika islam masuk ke spayol, bagaimana sistem pemerintahan yang dijalankan di spayol ?

Jawab : Spanyol mempunyai sistem pemerintahan yang bersifat monarki parlementer. Bentuk dari pemerintahan parlementer itu yaitu pemerintahan yang di kuasai oleh seorang raja, parlemen sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Dalam sistem monarki  parlementer  kekuasaan eksekutif di pegang oleh kabinet atau perdana menteri yang akan bertanggung jawab  kepada parlemen tersebut.

4.Ada bagian poin kemajuan intelektual dan ilmu agama mengenai kemajuan Bahasa Sastra dan musik. Disitu ada dijelaskan indikasi kemajuan  saat itu adalah berdirinya sekolah musik di Cordova.Nah manfaat atau keuntungannya dalam mendirikan sekolah musik pada zaman itu bagi Islam apa sih?

Jawab : Kesenian adalah kebudayaan dari hasil karya cipta manusia. Bisa berupa musik, Drama dsb. Contoh yang mudah dipahami seperti di Jawa para wali menyebarkan agama islam melalui berseni salah satunya wayang. Kesenian juga mengajarkan kaligrafi yang mengukir masjid. Melalui seni bisa mengungkapkan pandangan hidup dan prefektif moral moral agama Islam. Musik saat itu simbol dari tingginya seni. Kalau kita bicara tentang halal dan haramnya kan? Itu masih khilafiyah. Faktanya para ilmuan itu adalah ahli musik juga. Jalaluddin Rumi, yang tarekatnya disebut tarekat Mawlawiyyah? Kan medianya salah satunya menggunakan musik supaya bisa wushul atau sampai kepada Allah.

5.Namun apakah benar saat itu awal masuknya islam ke andalusia di bawah kekuasaan umayyah. dan kemudian terjadi pertikaian dan menjadi kekhalifahan abasiyyah. apakah seperti itu?

Jawab : Awal masuknya Islam di Spanyol terjadi pada masa Khalifah Al-Walid khalifah dari Bani Umayyah (705-715  M)  yang berpusat di Damaskus. Pada 750bani Abbasiyah menjatuhkan pemerintahan Umayyah di Damaskus, dan merebut kekuasaan atas daerah-daerah Arabia. 

6.Apa alasan khalifah dinasti abbasiyyah tidak memiliki kemampuan untuk membayar pajak ke baghad. Tidak mampu untuk membayar tentara turki?

Jawab : Karena para penguasa mementingkan pembangunan fisik dengan mendirikan bangunan-bangunan megah dan monumental. Demikian juga pada bidang IPTEK. Pemerintah dengan giat mengembangkan pada bidang IPTEK dan pembangunan, sehingga menyebabkan pada bidang perekonomian kurang mendapat perhatian. Selain itu, banyak anggaran negara yang terserap untuk membiayai tentara bayaran untuk keamanan negara.
Ketika kekuatan militer merosot, khalifah tidak sanggup  mengirim militer untuk memungut pajak hal itu menyebabkan menurunnya pemasukkan dan hal ini juga bisa menyebabkan pemberontakan oleh tentara  atau kekuatan militer nya bisa berkurang  sehingga berkurang pula kemampuan untuk mengumpulkan pajak.
 


Komentar